Review Jurnal Keterampilan Sosial Menjaga Kesejahteraan Psikologis Pengguna Internet
Nama: Putri Puspitasari khairunnisa
Kelas:2PA14
NPM:15518663
Judul: Keterampilan Sosial Menjaga Kesejahteraan Psikologis Pengguna Internet
Jurnal: Psikologi
Vol,no, dan hal: Volume 43, Nomer 3, hal 183-193
Tahun terbit: 2016
Penulis: Indah Nugraini & Neila Ramdhani
Reviewer: Putri Puspitasari Khairunnisa
Tanggal review: 21 maret 2020
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran keterampilan sosial dalam memediasi hubungan antara penggunaan internet berlebihan dengan kesejahteraan psikologis remaja.
Subjek penelitian: 206 remaja berusia 16-24 tahun (87 laki-laki dan 119 perempuan)
Metode penelitian: Jurnal ini menggunakan metode kuantitatif yang berupa partisipan, Alat ukur, dan Analisis data. Partisipan penelitian ini adalah 206 orang mahasiswa tahun pertama dan kedua di perguruan tinggi. Mereka terdiri dari 57,77% perempuan dan 42,23% laki- laki yang secara rutin menggunakan internet antara 5 hingga 10 jam per hari. 83,50% dari partisipan menggunakan laptop/komputer dan handphone dalam mengakses internet sedangkan sisanya mengakses salah satu saja. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan 30 item Skala Kesejahteraan Psikologis (SKP) yang disusun oleh (Rachmayani & Ramdhani, 2014), Keterampilan sosial diukur dengan 24 item dari Skala Keterampilan Sosial (SKS) yang tersusun dari tiga aspek pembentuk keterampilan sosial yaitu komunikasi verbal, non-verbal, dan faktor kognisi. Adiksi internet diukur dengan 20 item Skala Adiksi Internet (SAI) yang disusun berdasarkan enam aspek dari adiksi internet yaitu pemusatan perhatian (salience), penggunaan berlebihan, pengabaian tanggung jawab, antisipasi, lemahnya kontrol, dan pengabaian kehidupan sosial (Young & De Abreu, 2010) dan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi dengan mediasi sederhana (simple mediation).
Definisi oprasional variable: Jurnal ini menggunakan prosedur pengujian variabel mediator, digunakan untuk mengukur ketiga variabel penelitian yang sudah memenuhi standar psikometri yaitu,Skala Adiksi Internet, Skala Keterampilan Sosial, dan Skala Kesejahteraan Psikologis. Hasil dari analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan internet berlebihan merupakan prediktor bagi kesejahteraan psikologis.
Hasil penelitian: Hasil analisis penelitian ini sesuai dengan beberapa penelitian terdahulu yang membuktikan bahwa penggunaan internet yang tinggi berhubungan dengan rendahnya keterampilan sosial .Hal ini dapat terjadi karena semakin banyak waktu yang dihabiskan individu dengan internet maka semakin berkurang kesempatan mereka untuk menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya sehingga waktu untuk mengasah keterampilan berhubungan dengan orang lainpun menjadi semakin terbatas.
Keterampilan sosial memberi peluang kepada individu mengembangkan hubungan yang positif dengan orang-orang di sekitarnya sehingga individu mampu menguasai lingkungannya dengan lebih baik. Pola pikir positif dari seorang yang terampil sosial memberikan sumbangan positif terhadap tumbuhnya kemandirian dan keberanian dalam menentukan tujuan hidup.
Kelebihan dan kekurangan penelitian:
-Kelebihan dari jurnal ini
· * Penjelasan dari jurnal ini lengkap dari bagian latar belakang, permasalahan dan penyelesaiannya
· *Bahasanya lugas sehingga mudah di pahami
· * Penulisan sesuai dengan kamus EYD Bahasa Indonesia
-Kekurangan dari jurnal ini
· *Referensi yang digunakan masih ada yang berasal dari tahun yang lama
Kaji dan kaitkan dengan teori:
Penggunaan internet berlebihan memprediksi rendahnya kesejahteraan psikologis pada individu yang kurang terampil sosial, Tingginya aktivitas remaja dengan internet ini menimbulkan dugaan bahwa remaja lebih banyak menghabiskan waktu beraktivitas sendirian dengan monitornya sehingga kurang mengembangkan hubungan yang berkualitas dengan orang lain. pengembangan keterampilan sosial sangat dibutuhkan bagi remaja karena interaksi dengan orang lain dapat menjadi pembangun konsep diri yang positif bagi remaja, dengan fakta bahwa sebagian besar remaja hingga dewasa awal kurang kompeten dalam hal keterampilan sosial ,aktivitas mencari teman dan komunikasi melalui dunia maya kurang dapat mendukung upaya membangun ketrampilan sosial di dunia nyata.
Sama seperti Teori yang dikemukakan oleh Cartledge & Milburn (1995) mengemukakan bahwa keterampilan sosial merupakan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam konteks sosial dengan cara-cara khusus yang dapat diterima oleh lingkungan dan pada saat bersamaan dapat menguntungkan individu, saling menguntungkan atau menguntungkan orang lain dan teori yang dikemukakan oleh Matson dalam Gimpel dan Marrel (1998) menjelaskan bahwa keterampilan sosial, baik secara langsung maupun tidak, membantu remaja untuk dapat menyesuaikan diri dengan standar harapan masyarakat dalam norma-norma yang berlaku di sekililingnya.
Daftar pustaka:
Purnama, A. (2017). OPTIMALISASI KETERAMPILAN SOSIAL ABK MELALUI METODE BERMAIN KOOPERATIF PADA PAUD INKLUSI. Prosiding SNasPPM, 1(1), 39-46.
Wati, P. (2012). Hubungan Keterampilan Sosial Dengan Korban Bullying Di Sekolah Dasar (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Comments
Post a Comment