TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
PENGERTIAN MANUSIA & KEINDAHAN SERTA MANUSIA & TANGGUNG JAWAB


SITI PUJIANTI, S.I.Kom

DISUSUN OLEH:
PUTRI PUSPITASARI KHAIRUNNISA
15518663
PSIKOLOGI







Jln Margonda Raya No 100 Pondok Cina, Depok 16424. Jawa Barat


KATA PENGANTAR
Ucapan puji dan syukur semata-mata hanyalah milik Allah SWT. Hanya kepada-Nya lah kami memuji dan hanya kepada-Nya lah kami bersyukur, kami meminta ampunan dan kami meminta pertolongan.
Shalawat serta salam tidak lupa selalu saya haturkan untuk junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjuk Allah SWT  yang merupakan sebuah pentunjuk yang paling benar yakni Syariah agama Islam yang sempurna dan merupakan satu-satunya karunia paling besar bagi seluruh alam semesta.
            Sekaligus pula saya menyampaikan rasa terimakasih yang sebanyak-banyaknya untuk ibu SITI PUJIANTI, S.I.Kom selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma yang telah menyerahkan kepercayaannya kepada saya guna menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Saya juga berharap dengan sungguh-sungguh supaya makalah ini mampu berguna serta bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus wawasan terkait Ilmu Budaya Dasar
Selain itu saya juga sadar bahwa pada makalah ini dapat ditemukan banyak sekali kekurangan serta jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, saya benar-benar menanti kritik dan saran untuk kemudian dapat saya revisi dan ditulis di masa yang selanjutnya.
Di akhir saya berharap makalah sederhana ini dapat dimengerti oleh setiap pihak yang membaca. saya pun memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam makalah ini terdapat perkataan yang tidak berkenan di hati.

Depok, 7 Oktober 2018








DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL …………………………………………………………..
KATA PENGANTAR ………………………………………………………....    i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………...    ii
BAB I …………………………………………………………………………...    1
Pendahuluan …………………………………………………………………….    1
Latar Belakang …………………………………………………………….........    1
Rumusan Masalah ………………………………………………………………    2
Tujuan Pembahasan …………………………………………………………….    2
BAB II …………………………………………………………………………..    3
Pembahasan ……………………………………………………………………..    3
Manusia dan Keindahan ………………………………………………………...   3
Pengertian Renungan …………………………………………………………...    4
Pengertian Keserasian …………………………………………………………..   5
Manusia dan Tanggung Jawab ………………………………………………….   6
Pengertian Tanggung Jawab ……………………………………………………   6
Macam-Macam Tanggung Jawab ………………………………………………   7
Pengabdian dan Pengorbanan …………………………………………………..   10
Macam-Macam Pengabdian ……………………………………………………  10
BAB III …………………………………………………………………………  13
Kesimpulan ……………………………………………………………………..  13
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….  14


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  LATAR BELAKANG
Setiap manusia dilahirkan dan dibekali dengan banyak sekali keindahan. Keindahannya baik dari dalam, dari luar, maupun yang ada disekitarnya. Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal. 
Hidup manusia disamping sebagai makhluk Tuhan dan makhluk individu, juga merupakan makhluk sosial, hidup dalam lingkungan masyarakat. Di dalam interaksi sosial manusia diberi tanggung jawab, disamping hal tersebut manusia juga memiliki kewajiban yaitu dituntut adanya pengabdian dan pengorbanan. Seseorang akan bertanggung jawab karena adanya kesadaran atau adanya keinsyafan atau pengertian atas segala perbuatan atau akibat atas kepentingan pihak lain. Kesadaran atau keinsyafan bersumber pada unsur-unsur budaya dalam diri manusia.
Pada dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu naungan atau berdampingan. Tanggung Jawab juga berati berbuat sebagai wujudan atas perbuatannya. Setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang pelajar atau mahasiswa akan belajar, tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswa atau mahasiswinya, tanggung jawab seorang presiden kepada negara dan rakyatnya, tanggung jawab seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya, dan tanggung jawab manusia kepada Tuhan yang telah Menciptakan kita.


1.2  RUMUSAN MASALAH
Apa pengertian dari keindahan?
Apa pengertian dari renungan?
Apa pengertian dari keserasian?
Apa pengertian dari tanggung jawab?
Apa macam-macam tanggung jawab?
Apa pengertian pengabdian dan pengorbanan?
1.3  TUJUAN PEMBAHASAN
Tujuan dari pembahasan materi ini adalah untuk mengetahui lebih jelas tentang Manusia & keindahan serta Manusia & tanggung jawab secara lebih mendalam.






BAB 2
PEMBAHASAN


A.   Manusia dan Keindahan
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari  permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah. Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. (mariefrancis65, 2013)
            Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya. Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum” Akar katanya adalah “benum” yang berarti kebaikan.Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”. Kata benda Yunani klasik untuk “keindahan ” adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk “indah” itu καλός, kalos.
            Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti “jam”. Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan “berada di jam (waktu) yang sepatutnya”.Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.
            Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. (Thamrin, 2014)
B.    Pengertian Renungan
Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam- dalam. Renungan adalah hasil merenung.
Pemikiran kefilsafatan mempunyai 3 macam ciri, yaitu:
1.     Menyeluruh artinya pemikiran yang luas, bukan hanya ditinjau dari sudut pandangan tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu ilmu yang lain,
2.    Mendasar artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental (ke luar gejala), sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap bidang keilmuan.
3.     Spekulatif artinya hasil pemikiran yang di dapat dijadikan dasar untuk pemikiran pemikiran selanjutnya.
               Renungan atau pemikiran yang berhubungan dengan keindahan atau penciptaan keindahan didasarkan atas tiga macam teori. Dalam teori pengungkapan dikatakan oleh Benedetto Croce, bahwa seni adalah pengungkapan kesan kesan. Dalam teori metafisika, Plato mendalilkan adanya dunia ide pada taraf  yang tertinggi, sebagai realita Ilahi itu. Karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan nimemis (tiruan)  dari realita dunia. Sedangkan dalam teori psikologik dinyatakan bahwa sadar dari seorang seniman.





C.   Pengertian Keserasian
            Keserasian merupakan keharmonisan,kesepadanan, keselarasan, kita perlu mengukuhkan semangat untuk menciptakannya, jadi keserasian kecocokan, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi pada suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
            Pengertian keserasian adalah cocok dalam segala hal.
Menurut The Liang Gie ada 2 Teori dalam menciptakan seni antara lain :
1.     Teori Objektif (Plato, Hegel, Bernard Bocanguat)
2.     Teori Subyektif (Henry Home, Earlof Shaffesbury, Edmund Burke)
            Salah satu persoalan pokok dari teori keindaha adalah mengenai sifat dasar dari keindahan . apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya terdapat dalam pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori yang terkenal sebagai teori ogjektif dan subjektif.
            Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Yang menjadi masalah ialah ciri-ciri khusus manakah yang memnuat sesuatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetik, salah satu jawaban yang telah diberikan selama berabad-abad ialah perimbangan antara bagian-bagian dalam benda indah itu. Pendapat lain menyatakan bahwa nilai estetik itu tercipta dengan terpenuhnya asas-asas tertentu mengenai bentuk pada sesuatu benda. Pendukung teori objectif adalah Plato dan Hegel. (Kastanya, 2011)
            Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada penerapan dan si pengamat itu. Kalaupun dinyatakan bahwa sesuatu benda mempunyai nilai estetik, maka hal itu diartikan bahwa seseorang pengamat memperoleh sesuatu pengalaman estetik sebagai tanggapan terhadap benda indah itu. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry dan Edmund Burke.
A.   Manusia dan Tanggung Jawab
Tanggung   jawab   adalah   ciri   manusia   beradab   (berbudaya) manusia  merasa  bertanggung  jawab  bahwa  ia  menyadari  akibat  baik  ataupun   buruk   atas   perbuatannya,   untuk   membangun   jiwa   yang  bertanggung    jawab    perlu    di    tempuh    memlalui    pendidikan,  penyuluhan, keteladanan, dan takwa terhadap Tuhan YME. Seseorang   bertanggung   jawab   karena   ada   kesadaran   ataupun keinsyafan  atau  pengertian  atas  segala  perbuatan  dan  akibatnya  dan  atas  kepentingan  pihak  lain.  Timbulnya  tanggung  jawab  itu  karena  manusia   hidup   bermasyarakat   dan   hidup  dalam   linkungan   alam.  Manusia  tidak  boleh  berbuat  semaunya  sendiri  terhadap  manusia  lainnya    dan    terhadap    alam    sekitarnya,    manusia    menciptakan  keseimbangan,  keserasian,  keselarasan,  anatara  sesama  manusia  dan  lingkungan. Manusia   pada   hakikatnya   adalah   mahluk   yamg   bertanggung  jawab.  Disebut  demikian  karena  manusia  selain  merupakan  mahluk  individual,   dan   mahluk   sosial,   juga   merupakan   mahluk   Tuhan.  Manusia  mempunyai  tuntutan  yang  besar  untuk bertanggung  jawab  mengingat  ia  mementaskan  sejumlah  peranan  dalam  konteks  sosial, individual, ataupun teologis. (Arrahman, 2016)
B.    Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung  jawab  adalah  kesadaran  manusia  akan  tingkah  laku atau  perbuatan  yang  di  sengaja  maupun  tidak  disengaja.  Tanggung  jawab   juga   berarti   berbuat   sebagai   perwujudan   kesadaran   akan kewajiban Menurut  kamus  besar  bahasa  Indonesia  Tanggung  jawab  adalah  keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab merupakan berkewajiban    menanggung,    memikul,    dan menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran atas kewajibannya.Tanggung   jawab   timbul   karena   telah   diterima   wewenang. Tanggung  jawab  juga  membentuk  hubungan  tertentu  antara  pemberi wewenang  dan penerima  wewenang.  Jadi tanggung  jawab  seimbang dengan wewenang. Sedangkan   menurut   WJS.   Poerwodarminto,   tanggung   jawab adalah  sesuatu yang    menjadi    kewajiban    (keharusan)    untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya.

            Tanggung   jawab   dalam   konteks   pergaulan   manusia   adalah keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas apa yang menjadi tanggung jawabnya.Dengan  demikian  kalau  terjadi sesuatu  maka  seseorang  yang dibebani tanggung jawab wajib menanggung segala sesuatunya. Oleh karena  itu  manusia  yang  bertanggung  jawab  adalah  manisia  yang dapat  menyatakan  diri  sendiri  bahwa  tindakannya  itu  baik  dalam  arti menurut  norma  umum,  sebab  baik  menurut  seseorang  belum  tentu baik menurut pendapat orang lain.Dengan kata lain, tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah  laku  atau  perbuatannya  yang  disengaja  maupun  yang tidak disengaja.  Tanggung  jawab  juga  berarti  berbuat  sebagai  perwujudan kesadaran akan kewajibannya. (Setiawan, 2016)
C.   Macam-Macam Tanggung Jawab
Menurut  ruang  lingkup  dan  sasarannya,  tanggung  jawab  dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1.     Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
            Pada   dasarnya   manusia   adalah   mahluk   individu   yang   harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Tanggung jawab terhadap diri sendiri    menuntut kesadaran    setiap    orang    untuk    memenuhi kewajibannya     terhadap     diri     sendiri     dalam     mengambangkan kepribadian    sebagai    manusia    prbadi.    Dengan    demikian,    bisa memecahkan    masalah-masalah kemanusiaan menganai    dirinya sendiri,  menunrut  sifat  dasarnya  manusia  adalah  mahluk  bermoral namun  manusia  juga  seorang  pribadi.  Karena  merupakan  seorang pribadi  manusisa  mempunyai  pendapat  sendiri,  perasaan  sendiri,  dan angan  sendiri.  sebagai  perwujudan  dari  pendapat  perasaan  dan  angan manusia berbuat dan bertindak.
Contoh :
            Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar dapat melangsungkan hidupnya.

2.     Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
            Keluarga merupakan Masyarakat kecil, keluarga terdiri dari suami-istri,  ayah  ibu  dan  anak-anak,  dan  juga  orang  lain  yang  menjadi anggota  keluarga.  Tiap  anggota  keluarga  wajib  bertanggung  jawab kepada  keluarganya.  Tanggung  jawab  ini  menyangkut  nama  baik keluarga   tapi   tangung   jawab   juga   merupakan   kesejahteraan, keselamatan pendidikan dan kehidupan.
Contoh :
            Seorang  ayah  rela  bekerja  membanting  tulang  demi  memenuhi tanggung   jawabnya   sebagai   kepala   keluarga   untuk   memenuhi kebutuhan keluarganya.

3.     Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
            Pada  hakekatnya  manusia  tidak  bisa  hidup  tanpa  bantuan  dari manusia  lain,  sesuai  dengan  kedudukannya,  manusia  sebagai  mahluk sosial.    Karena    membutuhkan    manusia    lain    maka    ia    harus berkomunikasi   dengan   manusia   lain   tersebut.   Sehingga   dengan demikian manusia disini merupakan sebagai anggota masyarakat yang tentunya  mempunyai  tanggung  jawab  yang  sama  seperti  anggota masyarakat    lain    agar    dapat    melangsungkan    hidupnya    dalam masyarakat  tersebut.  Sangat  wajar  apabila  segala  tingkah  laku  dan perbuatannya harus dipertaggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh :
            Seseorang    yang    menyediakan    rumahnya    sebagai    tempat kemaksiatan  pada  lingkungan  masyarakat  yang  baik-baik,  apapun alasannya  tindakan  ini  termasuk  tidak  bertanggung  jawab  terhadap masyarakat, karena secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.

4.     Tanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negeri
            Satu   kenyataan   lagi,   bahwa   setiap   manusia   adalah   warga Negara,   suatu   Negara   dalam   berpikir,   berbuat,   bertindak,   dan bertingkah  laku  manusia terikat  oleh  norma-norma  atau  ukuran-ukuran   yang   dibuat   oleh   Negara.   Manusia   tidak   dapat   berbuat semuanya  sendiri  bila  perbuatan  manusia  itu salah  maka  ia  harus bertanggung jawab kepada Negara.
Contoh :
            Dalam novel jalan tak ada ujung karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal guru  yang  baik,  terpaksa  mencuri  barang-barang  milik sekolah  demi  rumah tangganya.  Perbuatan  guru  Isa  ini  harus  pula dipertanggung  jawabkan  kepada  pemerintah.  Kalau  perbuatan  itu  diketahui    ia    harus    berurusan    dengan    pihak    kepolisian    dan pengadilan.

5.     Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
            Tuhan   menciptakan   manusia   di   bumi   ini   bukanlah   tanpa tanggung  jawab,  melainkan  untuk  mengisi  kehidupannya  manusia mempunyai  tanggung   jawab   langsung   terhadap   Tuhan. Sehingga dikatakan   tindakan   manusia   tidak   lepas   dari   hukuman-hukuman Tuhan.  Yang  diruangkan  dalam  berbagai  kitab  suci  melalui  berbagai macam  agama. Pelanggaran  dari  hukuman  hukuman  tersebut  akan segera  diperingatkan  oleh  Tuhan  dan  jika  peringatan  yang  keraspun manusia    masih    juga    tidak    menghiraukan,    maka    Tuhan    akan memberikan  adzab.  Sebab  dengan  mengabaikan  perintah  perintah Tuhan.   Berarti   menginggalkan   tanggung   jawab   yang   seharusnya dilakukan   terhadap   Tuhan   sebagai   penciptanya.   Bahkan   untuk memenuhi tanggung jawabnya manusia harus berkorban.
Contoh :
            Seorang    biarawati    dengan    ikhlas    tidak    menikah    selama hidupnya karena  dituntut  tanggung  jawabnya  terhadap  Tuhan  sesuai dengan  hokum hukum  yang  ada  pada  agamanya,  hal  ini  dilakukan agar  ia  dapat sepenuhnya mengabdikan  diri  kepada  Tuhan  demi  rasa tanggung jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya ini ia  berkorban  tidak  memenuhi  kodrat  manusia  pada  umumya  yang seharusnya    meneruskan    keturunannya,    yang    sebetulnya    juga merupakan sebagian tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan.


A.   Pengabdian dan Pengorbanan

1.     Pengabdian
            Pengabdian  adalah  perbuatan  baik  yang  berupa  pikiran, pendapat,  atau tenaga  sebagai  perwujudan  kesetiaan  antara lain kepada raja, cinta, kasih sayang,hormat, atau suatu ikatan dan semua dilakukan dengan iklas.Timbulnya pengabdian itu hakikatnya ada rasa tanggung jawab.  Apabila  kita  bekerja  dari  pagi  sampai  sore  untuk mencukupi  kebutuhan  keluarga,  itu  berarti  kita mengabdi kepada keluarga karena tanggung jawab dan kasih sayang kita kepada keluarga.

B.    Macam-macam pengabdian :             
a.     Pengabdian kepada keluarga
            Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Hidup berkeluarga ini didasarkan cinta dan kasih sayang. Kasih sayang ini mengandung pengertian pengabdian dan pengorbanan. Tidak ada kasih sayang tanpa pengabdian. Bila ada kasih sayang tidak disertai pengabdian. Berarti kasih sayang itu palsu atau semu. Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa pengabdian kepada istri dan anak-anak, istri kepada suami dan anak-anaknya, anak-anak kepada orang tuanya. 
          
b.     Pengabdian kepada masyarakat
            Manusia dalah anggota masyarakat, ia tidak dapat hidup tanpa orang lain, karena tiap-tiap orang lain saling membutuhkan. Bila seseorang yang hidup di masyarakat tidak mau memesyarakatkan diri dan selalu mengasingkan diri, maka apabila mempunyai kesulitan yang luar biasa, ia akan ditertawakan oleh masyarakat, cepat atau lambat ia akan menyadai dan menyerah kepada masyarakat lingkungannya.
            Oleh karena itu, demi masyarakat, anggota mayarakat harus mau mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia harus mempunyai rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Oleh karena nama baik tempat ia tinggal, membawa nama baiknya pula. Bila remaja masyarakat kampungnya terkenal dengan “remaja berandal” suka berkelahi, mengganggu orang, atau merampas hak orang lain, maka bagaimanapun juga ia akan merasa malu.

c.     Pengabdian kepada Negara
            Manusia pada hakikatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau warga negara suatu negara. Karena itu seseorang wajib mencintai bangsa dan negaranya. Mencintai ini biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian. Tidak ada arti cinta tanpa pengabdian.
            
d.     Pengabdian kepada Tuhan
            Manusia tidak ada sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kapada Tuhan Yanag Maha Esa. Selain itu juga manusia harus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

2.     Pengorbanan  
            Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca tau mendengarkan ceramah di masjid. Dari kisah para tokoh atau nabi, manusia memperoleh tauladan yang baik, sebagaimana mestinya wajib berkorban bagi orang yang mampu atau orang memiliki harta yang lebih.
            Wajib korban ini telah dikisah pada jaman Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT untuk mengorbankan putra tunggalnya yang bernama Ismail. Walaupun Nabi Ibrahim sangat sayang pada putranya tersebut, akan tetapi perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya tetap dipatuhi dan dilaksanakan. Allah SWT menguji kesetiaan dan besarnya pengorbanan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim sampai hati melihat pisaunya menancap dan dipotongkan keleher putranya yaitu Ismail, tetapi ia sudah bertekad setia menjalankan perintah Allah SWT. Kemudian terbukti, bahwa putranya yang mau dikorbankan kepada Allah SWT sudah berganti biri-biri.
     Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah SWT lebih tinggi kadarnya daripada pengorbanan Nabi Ibrahim sekarang yang ditiru oleh umat islam yang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci maupun umat islam di wilayah lain dengan mengorbankan ternak seperti kambing dan sapi untuk keperluan fakir miskin pada hari raya Idul Qurban atau pada hari raya Idul Adha.
            Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan dan dilakukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, akan tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.


BAB 3
KESIMPULAN




Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah
sedangkan manusia dan tanggung jawab bisa disimpulkan bahwa Manusia   pada   hakikatnya   adalah   mahluk   yamg   bertanggung  jawab.  Disebut  demikian  karena  manusia  selain  merupakan  mahluk  individual,   dan   mahluk   sosial,   juga   merupakan   mahluk   Tuhan.  Manusia  mempunyai  tuntutan  yang  besar  untuk bertanggung  jawab  mengingat  ia  mementaskan  sejumlah  peranan  dalam  konteks  sosial, individual, ataupun teologis.





DAFTAR PUSTAKA

 

Arrahman, A. (2016, Juni 23). Manusia dan Tanggung Jawab - Ilmu Budaya Dasar. Retrieved from almanarrahman.blogspot.com: http://almanarrahman.blogspot.com/2016/06/makalah-manusia-dan-tanggung-jawab-ilmu.html
Kastanya, G. (2011, Juni 13). ILMU BUDAYA DASAR (keserasian). Retrieved from gyka04.blogspot.com: http://gyka04.blogspot.com/2011/06/tugas-ilmu-budaya-dasar-keserasian.html
mariefrancis65. (2013, Desember 3). IBD (Ilmu Budaya Dasar) Manusia dan Keindahan. Retrieved from mariefrancis: https://mariefrancis65.wordpress.com/2013/12/03/makalah-tugas-ibd-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-keindahan/
Setiawan, A. (2016, Maret 21). datenpdf.com. Retrieved from MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB: https://datenpdf.com/download/makalah-tanggung-jawab_pdf
Thamrin, H. (2014, Desember 5). MANUSIA DAN KEINDAHAN, ilmu budaya dasar. Retrieved from indomaterikuliah.blogspot.com: https://indomaterikuliah.blogspot.com/2014/12/manusia-dan-keindahan-ilmu-budaya-dasar.html




Comments

Popular posts from this blog