TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
PENGERTIAN MANUSIA & KEINDAHAN
SERTA MANUSIA & TANGGUNG JAWAB
SITI PUJIANTI, S.I.Kom
DISUSUN
OLEH:
PUTRI
PUSPITASARI KHAIRUNNISA
15518663
PSIKOLOGI
Jln Margonda Raya No 100 Pondok Cina, Depok 16424. Jawa Barat
KATA PENGANTAR
Ucapan puji dan syukur
semata-mata hanyalah milik Allah SWT. Hanya kepada-Nya lah kami memuji dan
hanya kepada-Nya lah kami bersyukur, kami meminta ampunan dan kami meminta
pertolongan.
Shalawat serta salam tidak lupa
selalu saya haturkan untuk junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan
petunjuk Allah SWT yang merupakan sebuah
pentunjuk yang paling benar yakni Syariah agama Islam yang sempurna dan
merupakan satu-satunya karunia paling besar bagi seluruh alam semesta.
Sekaligus pula saya menyampaikan rasa terimakasih yang
sebanyak-banyaknya untuk ibu SITI PUJIANTI, S.I.Kom selaku dosen mata kuliah Ilmu
Budaya Dasar Universitas Gunadarma yang telah menyerahkan kepercayaannya kepada
saya guna menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Saya juga berharap dengan
sungguh-sungguh supaya makalah ini mampu berguna serta bermanfaat dalam
meningkatkan pengetahuan sekaligus wawasan terkait Ilmu Budaya Dasar
Selain itu saya juga sadar
bahwa pada makalah ini dapat ditemukan banyak sekali kekurangan serta jauh dari
kesempurnaan. Oleh sebab itu, saya benar-benar menanti kritik dan saran untuk
kemudian dapat saya revisi dan ditulis di masa yang selanjutnya.
Di akhir saya berharap makalah
sederhana ini dapat dimengerti oleh setiap pihak yang membaca. saya pun memohon
maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam makalah ini terdapat perkataan yang
tidak berkenan di hati.
Depok, 7 Oktober 2018
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL …………………………………………………………..
KATA PENGANTAR ……………………………………………………….... i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………... ii
BAB I …………………………………………………………………………... 1
Pendahuluan ……………………………………………………………………. 1
Latar Belakang ……………………………………………………………......... 1
Rumusan Masalah ……………………………………………………………… 2
Tujuan Pembahasan ……………………………………………………………. 2
BAB II ………………………………………………………………………….. 3
Pembahasan …………………………………………………………………….. 3
Manusia dan Keindahan
………………………………………………………... 3
Pengertian Renungan
…………………………………………………………... 4
Pengertian Keserasian
………………………………………………………….. 5
Manusia dan Tanggung Jawab
…………………………………………………. 6
Pengertian Tanggung Jawab
…………………………………………………… 6
Macam-Macam Tanggung Jawab
……………………………………………… 7
Pengabdian dan Pengorbanan
………………………………………………….. 10
Macam-Macam Pengabdian
…………………………………………………… 10
BAB III
………………………………………………………………………… 13
Kesimpulan …………………………………………………………………….. 13
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………. 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Setiap manusia
dilahirkan dan dibekali dengan banyak sekali keindahan. Keindahannya baik dari
dalam, dari luar, maupun yang ada disekitarnya. Kata keindahan berasal dari
kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah
keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya
tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak
indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera
perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau
lokal.
Hidup manusia
disamping sebagai makhluk Tuhan dan makhluk individu, juga merupakan makhluk
sosial, hidup dalam lingkungan masyarakat. Di dalam interaksi sosial manusia
diberi tanggung jawab, disamping hal tersebut manusia juga memiliki kewajiban
yaitu dituntut adanya pengabdian dan pengorbanan. Seseorang akan bertanggung
jawab karena adanya kesadaran atau adanya keinsyafan atau pengertian atas
segala perbuatan atau akibat atas kepentingan pihak lain. Kesadaran atau
keinsyafan bersumber pada unsur-unsur budaya
dalam diri manusia.
Pada
dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu naungan atau
berdampingan. Tanggung Jawab juga berati berbuat sebagai wujudan atas
perbuatannya. Setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing. Diantaranya
tanggung jawab seorang pelajar atau mahasiswa akan belajar, tanggung jawab
seorang dosen kepada mahasiswa atau mahasiswinya, tanggung jawab seorang
presiden kepada negara dan rakyatnya, tanggung jawab seorang ayah kepada istri
dan anak-anaknya, dan tanggung jawab manusia kepada Tuhan yang telah
Menciptakan kita.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
Apa
pengertian dari keindahan?
Apa
pengertian dari renungan?
Apa pengertian
dari keserasian?
Apa
pengertian dari tanggung jawab?
Apa
macam-macam tanggung jawab?
Apa
pengertian pengabdian dan pengorbanan?
1.3 TUJUAN
PEMBAHASAN
Tujuan
dari pembahasan materi ini adalah untuk mengetahui lebih jelas tentang Manusia &
keindahan serta Manusia & tanggung jawab secara lebih mendalam.
BAB 2
PEMBAHASAN
A.
Manusia dan Keindahan
Keindahan, sering diutarakan
kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari permai,
cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran.
Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung
kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal
itu pada prinsipnya tidak indah. Keindahan atau keelokan merupakan
sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan
pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. (mariefrancis65, 2013)
Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak
dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian
dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang
ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan
dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya. Dalam
bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum” Akar katanya
adalah “benum” yang berarti kebaikan.Dalam bahasa Inggris diterjemahkan
dengan kata “beautiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan
Spanyol ”beloo”. Kata benda Yunani klasik untuk “keindahan ” adalah
κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk “indah” itu καλός, kalos.
Kata
bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios, kata sifat
etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti “jam”. Dalam bahasa
Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan “berada di jam (waktu) yang
sepatutnya”.Manusia dan keindahan memang
tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang
dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun
seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang
dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.
Kawasan
keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan
sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya.
Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian
hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati
keindahan. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan
kebenaran dan kebenaran adalah
keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. (Thamrin, 2014)
B. Pengertian Renungan
Renungan
berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu,
atau memikirkan sesuatu dengan dalam- dalam. Renungan
adalah hasil merenung.
Pemikiran kefilsafatan
mempunyai 3 macam ciri, yaitu:
1. Menyeluruh artinya
pemikiran yang luas, bukan hanya ditinjau dari sudut pandangan tertentu.
Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui hubungan antara ilmu
yang satu dengan ilmu ilmu yang lain,
2. Mendasar artinya
pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental (ke luar gejala), sehingga
dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap bidang keilmuan.
3. Spekulatif artinya hasil
pemikiran yang di dapat dijadikan dasar untuk pemikiran pemikiran selanjutnya.
Renungan atau pemikiran
yang berhubungan dengan keindahan atau penciptaan keindahan didasarkan atas
tiga macam teori. Dalam teori pengungkapan dikatakan oleh Benedetto Croce,
bahwa seni adalah pengungkapan kesan kesan. Dalam teori metafisika, Plato
mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi, sebagai
realita Ilahi itu. Karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan nimemis
(tiruan) dari realita dunia. Sedangkan dalam teori psikologik
dinyatakan bahwa sadar dari seorang seniman.
C. Pengertian Keserasian
Keserasian merupakan
keharmonisan,kesepadanan, keselarasan, kita
perlu mengukuhkan semangat untuk menciptakannya, jadi keserasian kecocokan, kena benar, dan sesuai
benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan,
pertentangan, ukuran dan seimbang. Keindahan adalah suatu kumpulan hubungan
yang serasi pada suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
Pengertian keserasian adalah
cocok dalam segala hal.
Menurut The Liang Gie ada 2 Teori dalam menciptakan seni antara lain :
Menurut The Liang Gie ada 2 Teori dalam menciptakan seni antara lain :
1. Teori Objektif (Plato, Hegel, Bernard Bocanguat)
2. Teori Subyektif (Henry Home, Earlof Shaffesbury, Edmund Burke)
Salah satu persoalan
pokok dari teori keindaha adalah mengenai sifat dasar dari keindahan . apakah
keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya terdapat dalam
pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut
lahirlah dua kelompok teori yang terkenal sebagai teori ogjektif dan subjektif.
Teori Objectif
berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetika adalah
sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan,
terlepas dari orang yang mengamatinya. Yang menjadi masalah ialah ciri-ciri
khusus manakah yang memnuat sesuatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai
estetik, salah satu jawaban yang telah diberikan selama berabad-abad ialah
perimbangan antara bagian-bagian dalam benda indah itu. Pendapat lain
menyatakan bahwa nilai estetik itu tercipta dengan terpenuhnya asas-asas
tertentu mengenai bentuk pada sesuatu benda. Pendukung teori objectif adalah
Plato dan Hegel. (Kastanya, 2011)
Teori Subjectif
menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak
ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda.
Adanya keindahan semata-mata tergantung pada penerapan dan si pengamat itu.
Kalaupun dinyatakan bahwa sesuatu benda mempunyai nilai estetik, maka hal itu
diartikan bahwa seseorang pengamat memperoleh sesuatu pengalaman estetik
sebagai tanggapan terhadap benda indah itu. Pendukung nya adalah Henry Home,
Earlof Shaffesburry dan Edmund Burke.
A. Manusia dan Tanggung Jawab
Tanggung jawab
adalah ciri manusia
beradab (berbudaya) manusia merasa
bertanggung jawab bahwa
ia menyadari akibat
baik ataupun buruk
atas perbuatannya, untuk
membangun jiwa yang bertanggung jawab
perlu di tempuh
memlalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa terhadap
Tuhan YME. Seseorang bertanggung jawab
karena ada kesadaran
ataupun keinsyafan atau pengertian
atas segala perbuatan
dan akibatnya dan atas kepentingan
pihak lain. Timbulnya
tanggung jawab itu
karena manusia hidup
bermasyarakat dan hidup
dalam linkungan alam. Manusia
tidak boleh berbuat
semaunya sendiri terhadap
manusia lainnya dan
terhadap alam sekitarnya, manusia
menciptakan keseimbangan,
keserasian, keselarasan, anatara
sesama manusia dan lingkungan.
Manusia pada hakikatnya
adalah mahluk yamg
bertanggung jawab. Disebut
demikian karena manusia
selain merupakan mahluk individual,
dan mahluk sosial,
juga merupakan mahluk
Tuhan. Manusia mempunyai
tuntutan yang besar
untuk bertanggung jawab mengingat
ia mementaskan sejumlah
peranan dalam konteks
sosial, individual, ataupun teologis. (Arrahman, 2016)
B.
Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab
adalah kesadaran manusia
akan tingkah laku atau
perbuatan yang di
sengaja maupun tidak
disengaja. Tanggung jawab
juga berarti berbuat
sebagai perwujudan kesadaran
akan kewajiban Menurut kamus besar
bahasa Indonesia Tanggung
jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.
Sehingga bertanggung jawab merupakan berkewajiban menanggung, memikul,
dan menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran atas
kewajibannya.Tanggung jawab timbul
karena telah diterima
wewenang. Tanggung jawab juga
membentuk hubungan tertentu
antara pemberi wewenang dan penerima
wewenang. Jadi tanggung jawab
seimbang dengan wewenang. Sedangkan
menurut WJS. Poerwodarminto, tanggung
jawab adalah sesuatu yang menjadi
kewajiban (keharusan) untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya.
Tanggung jawab
dalam konteks pergaulan
manusia adalah keberanian. Orang
yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas apa yang
menjadi tanggung jawabnya.Dengan
demikian kalau terjadi sesuatu maka
seseorang yang dibebani tanggung
jawab wajib menanggung segala sesuatunya. Oleh karena itu
manusia yang bertanggung
jawab adalah manisia
yang dapat menyatakan diri
sendiri bahwa tindakannya
itu baik dalam
arti menurut norma umum,
sebab baik menurut
seseorang belum tentu baik menurut pendapat orang lain.Dengan
kata lain, tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya yang
disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung
jawab juga berarti
berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. (Setiawan, 2016)
C.
Macam-Macam Tanggung Jawab
Menurut ruang
lingkup dan sasarannya,
tanggung jawab dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1.
Tanggung
Jawab Terhadap Diri Sendiri
Pada dasarnya
manusia adalah mahluk
individu yang harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
Tanggung jawab terhadap diri sendiri
menuntut kesadaran setiap orang
untuk memenuhi
kewajibannya terhadap diri
sendiri dalam
mengambangkan kepribadian
sebagai manusia prbadi.
Dengan demikian, bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan menganai dirinya sendiri, menunrut
sifat dasarnya manusia
adalah mahluk bermoral namun manusia
juga seorang pribadi.
Karena merupakan seorang pribadi manusisa
mempunyai pendapat sendiri,
perasaan sendiri, dan angan
sendiri. sebagai perwujudan
dari pendapat perasaan
dan angan manusia berbuat dan
bertindak.
Contoh :
Manusia
mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya
sendiri agar dapat melangsungkan hidupnya.
2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga
merupakan Masyarakat kecil, keluarga terdiri dari suami-istri, ayah
ibu dan anak-anak,
dan juga orang
lain yang menjadi anggota keluarga.
Tiap anggota keluarga
wajib bertanggung jawab kepada
keluarganya. Tanggung jawab
ini menyangkut nama
baik keluarga tapi tangung
jawab juga merupakan
kesejahteraan, keselamatan pendidikan dan kehidupan.
Contoh :
Seorang ayah
rela bekerja membanting
tulang demi memenuhi tanggung jawabnya
sebagai kepala keluarga
untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya.
3.
Tanggung
Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya
manusia tidak bisa
hidup tanpa bantuan
dari manusia lain, sesuai
dengan kedudukannya, manusia
sebagai mahluk sosial. Karena
membutuhkan manusia lain
maka ia harus berkomunikasi dengan
manusia lain tersebut.
Sehingga dengan demikian manusia
disini merupakan sebagai anggota masyarakat yang tentunya mempunyai
tanggung jawab yang
sama seperti anggota masyarakat lain
agar dapat melangsungkan hidupnya
dalam masyarakat tersebut. Sangat
wajar apabila segala
tingkah laku dan perbuatannya harus dipertaggung jawabkan
kepada masyarakat.
Contoh :
Seseorang yang
menyediakan rumahnya sebagai
tempat kemaksiatan pada lingkungan
masyarakat yang baik-baik,
apapun alasannya tindakan ini
termasuk tidak bertanggung
jawab terhadap masyarakat, karena
secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi penerusnya di
lingkungan masyarakat tersebut.
4. Tanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negeri
Satu kenyataan
lagi, bahwa setiap
manusia adalah warga Negara, suatu
Negara dalam berpikir,
berbuat, bertindak, dan bertingkah laku
manusia terikat oleh norma-norma
atau ukuran-ukuran yang
dibuat oleh Negara.
Manusia tidak dapat
berbuat semuanya sendiri bila
perbuatan manusia itu salah
maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
Contoh :
Dalam
novel jalan tak ada ujung karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal guru yang
baik, terpaksa mencuri
barang-barang milik sekolah demi
rumah tangganya. Perbuatan guru
Isa ini harus
pula dipertanggung jawabkan kepada
pemerintah. Kalau perbuatan
itu diketahui ia
harus berurusan dengan
pihak kepolisian dan pengadilan.
5. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan
manusia di bumi
ini bukanlah tanpa tanggung jawab,
melainkan untuk mengisi
kehidupannya manusia mempunyai tanggung
jawab langsung terhadap
Tuhan. Sehingga dikatakan
tindakan manusia tidak
lepas dari hukuman-hukuman Tuhan. Yang
diruangkan dalam berbagai
kitab suci melalui
berbagai macam agama. Pelanggaran dari
hukuman hukuman tersebut
akan segera diperingatkan oleh
Tuhan dan jika
peringatan yang keraspun manusia masih
juga tidak menghiraukan, maka
Tuhan akan memberikan adzab.
Sebab dengan mengabaikan
perintah perintah Tuhan. Berarti
menginggalkan tanggung jawab
yang seharusnya dilakukan terhadap
Tuhan sebagai penciptanya. Bahkan
untuk memenuhi tanggung jawabnya manusia harus berkorban.
Contoh :
Seorang biarawati
dengan ikhlas tidak
menikah selama hidupnya karena dituntut
tanggung jawabnya terhadap
Tuhan sesuai dengan hokum hukum
yang ada pada
agamanya, hal ini
dilakukan agar ia dapat sepenuhnya mengabdikan diri
kepada Tuhan demi
rasa tanggung jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya ini
ia berkorban tidak
memenuhi kodrat manusia
pada umumya yang seharusnya meneruskan keturunannya, yang
sebetulnya juga merupakan
sebagian tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan.
A.
Pengabdian dan Pengorbanan
1. Pengabdian
Pengabdian adalah
perbuatan baik yang
berupa pikiran, pendapat, atau tenaga
sebagai perwujudan kesetiaan
antara lain kepada raja, cinta, kasih sayang,hormat, atau suatu ikatan
dan semua dilakukan dengan iklas.Timbulnya pengabdian itu hakikatnya ada rasa
tanggung jawab. Apabila kita
bekerja dari pagi
sampai sore untuk mencukupi kebutuhan keluarga,
itu berarti kita mengabdi kepada keluarga karena tanggung
jawab dan kasih sayang kita kepada keluarga.
B. Macam-macam pengabdian
:
a.
Pengabdian
kepada keluarga
Pada
hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Hidup berkeluarga ini didasarkan cinta
dan kasih sayang. Kasih sayang ini mengandung pengertian pengabdian dan
pengorbanan. Tidak ada kasih sayang tanpa pengabdian. Bila ada kasih sayang
tidak disertai pengabdian. Berarti kasih sayang itu palsu atau semu. Pengabdian
kepada keluarga ini dapat berupa pengabdian kepada istri dan anak-anak, istri
kepada suami dan anak-anaknya, anak-anak kepada orang tuanya.
b.
Pengabdian
kepada masyarakat
Manusia
dalah anggota masyarakat, ia tidak dapat hidup tanpa orang lain, karena
tiap-tiap orang lain saling membutuhkan. Bila seseorang yang hidup di
masyarakat tidak mau memesyarakatkan diri dan selalu mengasingkan diri, maka
apabila mempunyai kesulitan yang luar biasa, ia akan ditertawakan oleh
masyarakat, cepat atau lambat ia akan menyadai dan menyerah kepada masyarakat
lingkungannya.
Oleh
karena itu, demi masyarakat, anggota mayarakat harus mau mengabdikan diri
kepada masyarakat. Ia harus mempunyai rasa tanggung jawab kepada masyarakat.
Oleh karena nama baik tempat ia tinggal, membawa nama baiknya pula. Bila remaja
masyarakat kampungnya terkenal dengan “remaja berandal” suka berkelahi,
mengganggu orang, atau merampas hak orang lain, maka bagaimanapun juga ia akan
merasa malu.
c.
Pengabdian
kepada Negara
Manusia
pada hakikatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau warga negara suatu negara.
Karena itu seseorang wajib mencintai bangsa dan negaranya. Mencintai ini
biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian. Tidak ada arti cinta tanpa
pengabdian.
d.
Pengabdian
kepada Tuhan
Manusia
tidak ada sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan
Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri
sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kapada
Tuhan Yanag Maha Esa. Selain itu juga manusia harus menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
2.
Pengorbanan
Pengorbanan
berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga
pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian
pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak
mengandung pamrih. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda
kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca tau mendengarkan
ceramah di masjid. Dari kisah para tokoh atau nabi, manusia memperoleh tauladan
yang baik, sebagaimana mestinya wajib berkorban bagi orang yang mampu atau
orang memiliki harta yang lebih.
Wajib
korban ini telah dikisah pada jaman Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah
SWT untuk mengorbankan putra tunggalnya yang bernama Ismail. Walaupun Nabi
Ibrahim sangat sayang pada putranya tersebut, akan tetapi perintah Allah SWT
untuk mengorbankan putranya tetap dipatuhi dan dilaksanakan. Allah SWT menguji
kesetiaan dan besarnya pengorbanan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim sampai hati
melihat pisaunya menancap dan dipotongkan keleher putranya yaitu Ismail, tetapi
ia sudah bertekad setia menjalankan perintah Allah SWT. Kemudian terbukti,
bahwa putranya yang mau dikorbankan kepada Allah SWT sudah berganti biri-biri.
Pengorbanan yang
dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah SWT lebih tinggi kadarnya daripada
pengorbanan Nabi Ibrahim sekarang yang ditiru oleh umat islam yang menjalankan
ibadah haji di Tanah Suci maupun umat islam di wilayah lain dengan mengorbankan
ternak seperti kambing dan sapi untuk keperluan fakir miskin pada hari raya
Idul Qurban atau pada hari raya Idul Adha.
Perbedaan
antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian
tentu ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian.
Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga
berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada
perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan dan dilakukan. Pengabdian
lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan pengorbanan lebih banyak
menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga,
biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, akan tetapi
pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
BAB 3
KESIMPULAN
Manusia dan keindahan memang
tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang
dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati
keindahan. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan
kebenaran dan kebenaran adalah
keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah
sedangkan
manusia dan tanggung jawab bisa disimpulkan bahwa Manusia pada
hakikatnya adalah mahluk
yamg bertanggung jawab.
Disebut demikian karena
manusia selain merupakan
mahluk individual, dan
mahluk sosial, juga
merupakan mahluk Tuhan.
Manusia mempunyai tuntutan
yang besar untuk bertanggung jawab
mengingat ia mementaskan
sejumlah peranan dalam
konteks sosial, individual,
ataupun teologis.
DAFTAR PUSTAKA
Arrahman, A. (2016, Juni 23). Manusia dan
Tanggung Jawab - Ilmu Budaya Dasar. Retrieved from
almanarrahman.blogspot.com:
http://almanarrahman.blogspot.com/2016/06/makalah-manusia-dan-tanggung-jawab-ilmu.html
Kastanya,
G. (2011, Juni 13). ILMU BUDAYA DASAR (keserasian). Retrieved from
gyka04.blogspot.com: http://gyka04.blogspot.com/2011/06/tugas-ilmu-budaya-dasar-keserasian.html
mariefrancis65.
(2013, Desember 3). IBD (Ilmu Budaya Dasar) Manusia dan Keindahan.
Retrieved from mariefrancis:
https://mariefrancis65.wordpress.com/2013/12/03/makalah-tugas-ibd-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-keindahan/
Setiawan,
A. (2016, Maret 21). datenpdf.com. Retrieved from MANUSIA DAN TANGGUNG
JAWAB: https://datenpdf.com/download/makalah-tanggung-jawab_pdf
Thamrin,
H. (2014, Desember 5). MANUSIA DAN KEINDAHAN, ilmu budaya dasar.
Retrieved from indomaterikuliah.blogspot.com:
https://indomaterikuliah.blogspot.com/2014/12/manusia-dan-keindahan-ilmu-budaya-dasar.html

Comments
Post a Comment